BANJIR
“BANJIR !!”
Assalamu’alaikum
warrahmatullahi wabarakatu.
Pertama-tama kita panjatkan puji
syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat sehat, nikmat
hidup dan nikmat bisa salto di depan mall margo city.
Saya
ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu sekalian dan semua yang telah menghadiri
acara ini.
Alhamdulillah sesuatu banget ya saya
bisa berkesempatan berpidato mengenai “banjir”.
Yang
saya hormati bapak Gubernur Jakarta beserta bapak Wakil Gubernur Jakarta, dan
para hadirin kebanjiran sekalian.
Pertama-tama sebelum saya berpidato,
marilah kita mengucapkan basmallah terlebih dahulu.
Bismillah. . .
Bismillah. . .
Ya,
langsung saja saya mulai pidato ini.
Banjir,
apasih itu banjir? Banjir adalah luapan air keruh, kenapa dibilang keruh?
Soalnya kalo jernih kolam renang.
Saya
bingung dengan pejabat-pejabat pintar, mengapa mereka yang pintar selalu bilang
“kita harus mengatasi banjir” padahal udah jelas-jelas banjir itu harus
disurutkan, kalo banjir di atasi, orang yang pendek nanti kelelep.
Banjir
itu ada 2 macam:
1.
Banjir bandang
2.
Banjir buatan
Banjir
bandang yaitu banjir yang datang secara tiba-tiba, yang mampu menghanyutkan
bocah 5 tahun, bertepatan dengan tragedi banjir di citayam 3,5 abad yang lalu.
Diduga seorang bocah berumur 5 tahun dengan tinggi badan 175cm, berkumis, dan
berbewok hanyut terhempas banjir yang tingginya mencapai 50cm. bocah tersebut
tewas seketika, bukan karena banjir. Namun diduga kepala bocah tersebut digetok
dengan kayu gelondongan oleh sejumlah preman.
Banjir
buatan yaitu banjir yang disebabkan oleh manusia, karena sering membuang sampah
pada tempatnya, maksud saya bukan pada tempatnya. Banjir seperti ini harus
dibiarkan, maksud saya jangan dibiarkan, karena akan meresahkan sejumlah
masyarakat. Hal seperti ini biasa terjadi di dareah perkotoaan, kita harus
mencegahnya!! Mencegahnya!! Allahuakbar!! Agar tidak terjadi banjir seperti ini
lagi, kita harus mengusir warga dari daerah perkotaan.
Marilah
kita menjaga lingkungan kita agar terbebas dari narkoba dan banjir. Mulai
sekarang marilah kita membuat kebiasaan baru yaitu dengan cara buang sampah
pada tempatnya, karena awal yang baik akan menjadikan hasil yang baik.
Sekian
dari pidato saya, mudah-mudahan saya diberikan hidayah dari Allah SWT. Dan
mudah-han kuping para pemirsa bias kembali berfungsi. mohon maaf apabila ada
salah kata.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Ini merupakan pidato gue waktu gue menjabat menjadi manusia di kelas 1 SMP)
Comments
Post a Comment